Senin, 13 April 2026

Kelompok 3

 

Konsep Dasar Samba Pada Debian 12

 


Gambar 423 Samba

1. Pengertian Samba

Samba adalah perangkat lunak open-source yang memungkinkan komputer Linux (seperti Debian 12) untuk berbagi file dan printer dengan komputer Windows dalam satu jaringan.

Dengan Samba, Debian bisa:

·         Terlihat di Windows Network (Workgroup / Domain),

·         Mengakses atau menyediakan folder bersama (shared folder),

·         Mengelola hak akses (read/write) untuk user Windows maupun Linux,

·         Dan bahkan berfungsi sebagai Domain Controller (DC) jika dikonfigurasi lanjut.

 

2. Fungsi Utama Samba

 

Fungsi

Penjelasan Singkat

File Sharing

Debian dapat membagikan folder agar bisa diakses dari Windows Explorer (\\nama-server\sambashare)

Printer Sharing

Printer yang terpasang di Debian bisa diakses oleh komputer Windows

User Authentication

Mengatur siapa yang boleh mengakses dan level izinnya (guest, user tertentu, dll.)

Interoperabilitas Sistem

Menghubungkan sistem Linux dan Windows tanpa harus berganti format file sistem

 

3. Komponen Penting Samba

Komponen

Fungsi

smbd

Layanan utama yang menangani file sharing dan printer sharing

nmbd

Menangani NetBIOS name service agar server Samba dikenali oleh jaringan Windows

winbindd

Menghubungkan akun Windows (misalnya dari domain) dengan sistem Linux

/etc/samba/smb.conf

File konfigurasi utama Samba — di sinilah kita mengatur folder yang dibagikan, user, workgroup, dll.

4. Konsep Kerja Samba

Berikut alur konsep sederhananya:

  1. Server Debian menjalankan layanan smbd dan nmbd.
  2. Di jaringan lokal, komputer Windows mencari perangkat dalam workgroup.
  3. Windows menemukan server Debian (misalnya \\debian-server) karena Samba mendaftarkan namanya lewat NetBIOS.
  4. Ketika user membuka folder bersama, Samba:
    • Mengecek izin akses di smb.conf dan sistem file Linux,
    • Meminta login jika folder dilindungi,
    • Memberikan akses baca/tulis sesuai hak pengguna.

 

5. Contoh Konfigurasi Dasar Samba

File konfigurasi: /etc/samba/smb.conf

[global]

   workgroup = WORKGROUP

   server string = Debian Samba Server

   security = user

   map to guest = bad user

 

[share]

   path = /home/share

   browseable = yes

   read only = no

   guest ok = yes

Artinya:

§  Samba masuk ke workgroup “WORKGROUP”

§  Membagikan folder /home/share

§  Bisa diakses semua user (guest)

§  Dapat dibaca dan ditulis

 

6. Perintah Dasar Samba di Debian 12

Perintah

Fungsi

sudo apt install samba

Menginstal Samba

sudo systemctl start smbd nmbd

Menjalankan layanan Samba

sudo systemctl enable smbd nmbd

Agar otomatis aktif saat boot

sudo smbpasswd -a namauser

Menambahkan user Samba

testparm

Mengecek apakah konfigurasi Samba benar

sudo systemctl status smbd

Melihat status layanan Samba

 

7. Akses dari Komputer Windows

Setelah dikonfigurasi, pengguna Windows bisa mengakses dengan:

·         Tekan Windows + R

·         Ketik: \\IP_Debian atau \\nama-server

·         Folder yang dibagikan ([share]) akan muncul

 

8. Kelebihan Samba

Ø  Gratis dan open source

Ø  Stabil dan ringan

Ø  Dapat berjalan di semua distro Linux

Ø  Kompatibel dengan berbagai versi Windows

Ø  Dapat dijadikan file serverprint server, bahkan domain controller

 

9. Keamanan Samba

Samba bisa diatur agar aman, misalnya:

·         Menggunakan security = user atau security = ads (untuk domain)

·         Menentukan user mana yang boleh mengakses

·         Menyesuaikan izin file (chmod, chown)

·         Membatasi IP yang diizinkan (hosts allowhosts deny)



Konsep Dasar VirtualBox


Gambar 4.21 VirtualBox Oracle


Berikut adalah penjelasan tentang konsep dasar VirtualBox beserta sejarah dan versi-versinya hingga sekarang:

1. Konsep Dasar VirtualBox

Apa itu VirtualBox?

  • VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi (hypervisor) lintas platform yang memungkinkan satu komputer fisik (host) menjalankan satu atau lebih sistem operasi tamu (guest) secara bersamaan.
  • Dengan VirtualBox, Anda bisa “membagi” sumber daya fisik (CPU, memori, storage, jaringan, dsb.) agar bisa digunakan oleh sistem operasi tamu seolah-olah mereka berjalan di mesin sendiri. (Oracle Docs)
  • VirtualBox mendukung berbagai sistem operasi host seperti Windows, macOS, Linux, Solaris, dan untuk guest-nya pun juga mendukung banyak OS yang berbeda. (Oracle Docs)

 

    Bagaimana cara kerjanya?

    Beberapa konsep inti dalam VirtualBox:

    Komponen dan Fungsi / Peran

    • Host
    Mesin fisik (komputer nyata) di mana VirtualBox dijalankan
    • Guest 
    Sistem operasi yang dijalankan di dalam lingkungan virtual
    • Hypervisor / VMM (Virtual Machine Monitor) 
    Lapisan software yang mengelola virtualisasi sumber daya antara host & tamu
    • Virtual hardware 
    VirtualBox menyediakan perangkat keras virtual (misalnya CPU virtual, RAM, jaringan virtual, hard disk virtual) kepada guest OS
    • Guest Additions 
    Paket tambahan (driver dan utilitas) yang diinstal di guest OS agar integrasi antara host dan guest menjadi lebih baik (misalnya shared clipboard, resizing layar, sinkronisasi waktu)
    • Extension Pack 
    Modul tambahan yang memperluas kemampuan VirtualBox (misalnya dukungan USB 2.0/3.0, remote desktop via VRDP, enkripsi virtual disk)


    Beberapa poin penting:
    • VirtualBox biasanya menggunakan virtualisasi berbantuan perangkat keras (hardware-assisted virtualization), agar efisiensi lebih baik.
    • Guest Additions memungkinkan performa yang lebih baik dan integrasi lebih mulus antara host dan guest.
    • VirtualBox mendukung snapshot — kemampuan untuk menyimpan keadaan (state) sebuah VM pada titik waktu tertentu, sehingga bisa dikembalikan ke kondisi tersebut nanti.


    2. Sejarah & Evolusi Versi VirtualBox

    Berikut rangkuman perjalanan perkembangan VirtualBox:

    Awal dan kepemilikan
    • VirtualBox awalnya dikembangkan oleh perusahaan Jerman bernama InnoTek. 
    • Pada 2007, InnoTek merilis versi Open Source Edition (OSE) di bawah lisensi GPL untuk sebagian komponen. 
    • Pada Februari 2008, Sun Microsystems mengakuisisi InnoTek. 
    • Setelah Sun diakuisisi oleh Oracle, produk ini kemudian menjadi Oracle VM VirtualBox.
    Model lisensi
    • Sebelum versi 4.0, VirtualBox menggunakan pemisahan antara versi gratis (PUEL) dan versi open-source (OSE).
    • Mulai versi 4.0, arsitekturnya diganti: bases (dasar) VirtualBox menjadi terbuka (open source), sedangkan fitur tambahan disediakan lewat Extension Pack yang bersifat tertutup/berlisensi tambahan.
    Versi-versi mayor dan statusnya

    Berikut ringkasan beberapa versi mayor, fitur penting, dan status dukungannya:

    VersiTanggal / RilisFitur / perubahan pentingStatus dukungan / catatan
    3.2Dukungan Mac OS X Server (eksperimental), memory ballooning, deduplikasi RAM (page fusion), hot-plug CPU pada Linux, multi-monitor guest setup Sudah usang
    4.0sekitar 2010Merombak model lisensi (base open source + extension pack), semakin banyak komponen menjadi open source Sudah usang
    5.2hingga 2020Versi pemeliharaan terakhir 5.2.44 (Juli 2020) dengan banyak perbaikan USB, grafik, stabilitas, bugfixSudah tidak didukung sejak Juli 2020
    6.0hingga 2020Pembaruan dan perbaikan hingga rilis 6.0.24; penekanan pada stabilitas & kompatibilitas dengan kernel Linux baruDukungan dihentikan pada Juli 2020
    6.1hingga awal 2024Versi pemeliharaan terakhir: 6.1.50 pada 16 Januari 2024Sekarang sudah tidak didukung (end of life) sejak 31 Januari 2024
    7.0rilis Oktober 2022 – April 2025Versi mayor berikutnya, dengan dukungan hardware dan perbaikan fitur. Versi 7.0.26 dirilis pada April 2025Status: tidak lagi didukung per Maret 2025 (support ended) 
    7.1saat ini (tahun 2025)Versi aktif sekarang — rilis terbaru adalah 7.1.12 Versi 7.1 berada di masa pemeliharaan aktif (maintenance) 
    Beberapa catatan tambahan:
    • Situs changelog VirtualBox mencantumkan semua perubahan dari berbagai versi. 
    • Dukungan untuk versi-versi lama tersedia di arsip rilis (old builds). 
    • Versi terbaru (7.1) masih aktif dan menjadi target unduhan resmi. 



    Jumat, 01 Agustus 2025

    Konfigurasi DNS di Debian 12 menggunakan VirtualBox

    Gambar 417 DNS Server


    Pada tulisan kali ini saya akan berbagi tentang konfigurasi DNS di debian 12 yang disimulasikan secara virtual menggunakan VirtualBox. Sebelum mulai berlatih konfigurasi DNS di VirtualBox maka kita harus menyiapkan beberapa hal yaitu, Mesin Virtual dengan Sistem Operasi Debian di VirtualBox dan Jaringan Internet untuk download dan instalasi. 

    Ada beberapa tahapan yang dilakukan, tetapi pada tulisan ini hanya akan saya bahas pada poin utamanya yaitu instalasi dan konfigurasi DNS. Tahapannya secara lengkapnya diantaranya yaitu :
    1. Buat mesin virtual di VirtualBox, cara dan langkahnya bisa dilihat di link ini.
    2. Install debian di Virtual Mesin VirtualBox, cara dan langkahnya sama dengan instalasi debian 10.
    3. Hubungkan debian VM (Virtual Mesin) dengan internet. Jika ada kesulitan bisa menelaah link ini.
    4. Setting Repository
    5. Instalasi DNS dan Konfigurasi DNS
    6. Pengujian hasil Konfigurasi DNS
    • Hubungkan debian VM ke PC Host
    • Uji coba

    Instalasi DNS

    Pada tahap ini sebelumnya harus memastikan sudah melakukan tahapan 1 hingga 4. Selanjutnya kita bisa memulai menginstal dengan mengetikkan perintah #apt install bind9 perhatikan tampilan berikut.




    Konfigurasi DNS

    Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi, ada 4 file yang harus dikonfigurasi yaitu :
    1. Konfigurasi File Forward di file db.local yang sudah copy
    2. Konfigurasi File Reserve di file db.127 yang sudah copy
    3. Mendeklarasikan Zone Domain di file named.conf.default-zones
    4. Menambahkan nameserver di file resolv.conf

    Ikuti langkah-langkah berikut :

    1. Semua file konfigurasi untuk DNS tersimpan dalam direktory atau folder /etc/bind. 
    Karena hal itu untuk mempermudah konfigurasi, kita bisa masuk terlebih dahulu ke folder tersebut dengan perintah seperti ini #cd /etc/bind



    2. Kemudian lihat isi file di dalamnya dengan perintah #ls



    3. Lakukan konfigurasi File Forward

    File forward memiliki fungsi untuk memetakan nama domain ke ip address. Sebelum mengkonfigurasi file forward, kita perlu membuat file konfigurasinya dahulu dengan cara menduplikasi file forward yang sudah ada. Lakukan langkah-langkah berikut :

    a. Copy terlebih dahulu file db.127 dan beri nama yang berbeda misalnya db.forward dengan perintah #cp db.127 db.forward kemudian lihat kembali isi foldernya dengan perintah #ls



    b. Buka file db.forward dengan perintah #nano db.forward



    c. Sebelum mulai langkah ini kita harus menyiapkan nama domain terlebih dahulu misalnya kita akan membuat domain dengan nama manabu.net. Garis bawah warna merah adalah nama domain diakhiri dengan titik (.), sedangkan warna kuning adalah ip dari server (debian). 

    Setelah diubah script menjadi seperti berikut, kemudian simpan dengan perintah CTRL + X > ketik Y > Enter 


    4. Konfigurasi File Reserve

    File reverse merupakan kebalikan dari file forward, yakni memetakan ip address ke nama domain.

    a. Selanjutnya duplikat file db.127 dan ganti beri nama yang berbeda misalnya db.reverse dengan perintah #cp db.127 db.reverse.



    b. Buka file db.reverse dengan perintah #nano db.reverse


     

    c. Ubahlah script diatas menjadi seperti berikut ini. Garis bawah warna merah adalah nama domain diakhiri dengan titik (.), sedangkan warna kuning adalah angka terakhir dari ip server (debian). Jika IP server 192.168.100.3 maka tuliskan angka 3. 

    Setelah diubah script menjadi seperti berikut, kemudian simpan dengan perintah CTRL + X > ketik Y > Enter



    5. Mendefinisikan Zone Domain

    Pada bagian ini kita akan mendefinisikan zona-zona untuk domain yang akan kita gunakan. Di dalam zona ini kita tentukan file forward dan file reverse mana yang akan dipakai dan di-load oleh server dns.

    a. Buka file dengan nama named.conf.default-zones dengan perintah #nano named.conf.default-zones

    b. Kemudian tambahkan dengan script seperti berikut. Garis bawah warna merah adalah nama domain diakhiri dengan titik (.), sedangkan warna kuning adalah 3 byte terakhir dari ip server (debian) ditulis terbalik. 

    Jika IP server 192.168.100.3 maka tuliskan menjadi 100.168.192, warna hijau adalah letak file yang yang tadi dituliskan. Setelah diubah script menjadi seperti berikut, kemudian simpan dengan perintah CTRL + X > ketik Y > Enter





    6. Menambahkan nameserver

    Agar domain yang sudah kita setting dapat dikenali di dalam jaringan, maka kita perlu mengkonfigurasi ip dns yang digunakan oleh setiap host. Lakukan langkah-langkah berikut :

    a. Buka file resolv.conf dengan ketik #nano /etc/resolv.conf

    b. Tambahkan script seperti tulisan warna putih dibawah ini. 

    Garis bawah warna merah adalah nama domain, sedangkan warna kuning adalah ip dari server (debian). 

    Setelah ditambah script menjadi seperti berikut, kemudian simpan dengan perintah CTRL + X > ketik Y > Enter




    c. Sebelum merestart service, kita cek dahulu apakah konfigurasi yang dilakukan sudah benar dan tidak ada error. Cek dengan perintah #named-checkconf



    Apabila tidak ada peringatan error maka konfigurasi sudah benar. Selanjutnya kita restart service dns dengan perintah #systemctl restart bind9 atau #service bind9 restart



    7. Pengujian DNS

    Pengujian DNS di sini kita bisa menggunakan dnsutils di server dan PC Host sebagai client.

    Pengujian menggunakan dnsutils di server lakukan langkah-langkah berikut :

    a. lakukan install dnsutils dengan perintah #apt install dnsutils

     


    b. kemudian ketik #nslookup 192.168.100.3 dan #nslookup manabu.net

     


    Pengujian menggunakan dnsutils di PC host lakukan langkah-langkah berikut :

    a. Pertama hubungkan VM dengan PC host

    Langkah bisa lihat link disini. Setting IP address pada client menjadi satu subnet dengan IP address server (debian). IP server (debian) yang kita gunakan adalah 192.168.100.3 maka pada IP address client bisa kita isikan yang satu subnet misalnya 192.168.100.1 saja. 

    Sedangkan pada DNS server diisi dengan IP address server (debian) yaitu 192.168.100.3.

     


    b. Lakukan ping untuk cek keberhasilan. Misalnya di cmd ping ke ip server atau ping ke domain server.

     


    c. kemudian ketik #nslookup 192.168.100.3 dan #nslookup manabu.net




    Jika tampilan hasil pengujian tidak ada error dan sesuai seperti contoh, maka artinya konfigurasi DNS kita berhasil. Untuk latihan Anda bisa mengganti IP address. Selamat mencoba, semoga manfaat.


    Virtualisasi Sistem Operasi


    Gambar 380. Virtualisasi Sistem Operasi


    Virtualisasi adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses beberapa sistem operasi pada satu mesin. Sebuah mesin virtual dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi tertentu atau sebagai lingkungan pengembangan perangkat lunak yang terisolasi. 

    Ada beberapa jenis mesin virtual, termasuk VDI, VHD, dan VMDK.


    Perbedaan antara VDI, VHD, dan VMDK

    VDI (Virtual Desktop Infrastructure) 
    adalah teknologi virtualisasi desktop yang memungkinkan pengguna untuk mengakses desktop virtual dari mana saja dan kapan saja.

    VHD (Virtual Hard Disk) 
    adalah file disk virtual yang digunakan oleh mesin virtual untuk menyimpan data dan sistem operasi.

    VMDK (Virtual Machine Disk) 
    adalah format file disk virtual yang digunakan oleh VMware. Ini digunakan untuk menyimpan data dan sistem operasi mesin virtual.


    Keuntungan Virtualisasi

    Virtualisasi memiliki beberapa keuntungan, termasuk:

    1. Lebih sedikit hardware yang dibutuhkan: 
    Dengan menggunakan mesin virtual, perusahaan tidak perlu membeli hardware baru untuk setiap aplikasi atau sistem operasi. Hal ini dapat menghemat biaya pengeluaran dan pemeliharaan.

    2. Scalability yang mudah: 
    Mesin virtual dapat dengan mudah dikloning dan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang berkembang.

    3. Keamanan dan isolasi: 
    Mesin virtual dapat memastikan bahwa jika server terinfeksi dengan malware, mesin virtual yang terisolasi tetap aman.


    Contoh Virtualisasi

    Banyak bisnis menggunakan virtualisasi untuk menjalankan aplikasi atau sistem operasi tertentu. 
    Contoh dari penggunaan virtualisasi termasuk:

    Industri Penggunaan Virtualisasi


    IndustriPenggunaan Virtualisasi
    KeuanganPenjagaan keamanan transaksi keuangan dengan memisahkan aplikasi dan data
    PendidikanMemungkinkan mahasiswa mengakses aplikasi yang diperlukan tanpa memerlukan perangkat lunak khusus atau perangkat keras tambahan
    TelekomunikasiMemfasilitasi migrasi sistem ke mesin virtual untuk meningkatkan skalabilitas


    Hypervisor

    Hypervisor merupakan salah satu elemen penting dalam teknologi virtualisasi. Hypervisor adalah sebuah perangkat lunak yang memungkinkan sebuah mesin fisik dapat menjalankan beberapa sistem operasi secara virtual. 

    Hypervisor memiliki dua tipe utama, yaitu Hypervisor Tipe 1 dan Hypervisor Tipe 2.

    Hypervisor Tipe 1: 

    Hypervisor Tipe 1, atau disebut juga native atau bare metal, merupakan hypervisor yang langsung diinstal pada hardware. Hypervisor Tipe 1 biasanya digunakan pada lingkungan server yang membutuhkan kinerja dan keamanan tinggi. Karena langsung terinstal pada hardware, hypervisor tipe 1 dapat lebih efisien dalam menjalankan workload.

    Hypervisor Tipe 2: 

    Hypervisor Tipe 2, atau disebut juga hosted, diinstal pada sistem operasi yang sudah ada. Hypervisor Tipe 2 dapat diinstal pada sejumlah sistem operasi seperti Windows, Linux, dan Mac OS X. 

    Hypervisor Tipe 2 biasanya digunakan pada lingkungan desktop virtualisasi, seperti untuk uji coba aplikasi sebelum diimplementasikan pada produksi, karena lebih mudah diinstal dan digunakan.

    Pemilihan tipe hypervisor tergantung pada kebutuhan dan tujuan implementasi virtualisasi. Selain itu, hypervisor juga harus mendukung format file virtual disk dari sistem operasi yang akan digunakan. Beberapa format virtual disk yang umum digunakan adalah VDI, VHD, dan VMDK yang akan dijelaskan selanjutnya.

    Perlu diketahui bahwa hypervisor juga memuat virtual machine monitor (VMM) yang memiliki fungsi khusus untuk mengatur sumber daya fisik yang dialokasikan ke setiap VM. VMM juga bertanggung jawab untuk menjaga isolasi antara VM, sehingga masalah di satu VM tidak akan mempengaruhi VM yang lain.


    Format Berkas

    Dalam dunia teknologi virtualisasi, ada beberapa format berkas yang digunakan untuk menyimpan mesin virtual. Tiga format paling umum adalah VDI, VHD, dan VMDK.


    VMDK
    1. VMDK adalah format berkas yang digunakan oleh aplikasi virtualisasi milik VMware.
    2. Format berkas VMDK dapat digunakan pada berbagai platform, termasuk Windows, macOS, dan Linux.
    3. VMDK mendukung fitur-fitur seperti deduplikasi dan Thin Provisioning yang memungkinkan penggunaan ruang penyimpanan yang lebih efisien.

    VDI
    1. VDI adalah format berkas yang digunakan oleh aplikasi virtualisasi milik Oracle, VirtualBox.VDI hanya dapat digunakan pada platform yang didukung oleh VirtualBox.
    2. VirtualBox menyediakan alat untuk mengkonversi antara format VDI dan format berkas lainnya.
    3. VDI mendukung penulisan dengan ukuran disk yang fleksibel. Pengguna dapat menentukan ukuran disk yang mereka butuhkan untuk mesin virtual mereka.

    VHD
    1. VHD adalah format berkas yang digunakan oleh produk virtualisasi milik Microsoft, seperti Hyper-V.VHD mendukung fitur-fitur seperti enkripsi dan kompresi.
    2. VHD mendukung banyak platform, termasuk Windows, FreeBSD, dan Linux.
    3. VHD adalah format standar untuk mesin virtual yang berjalan pada Microsoft Azure.


    Perbandingan Format Berkas

    Berikut adalah perbandingan antara ketiga format berkas:


    Format BerkasDigunakan OlehDukungan PlatformFitur Khusus
    VMDKVMwareWindows, macOS, LinuxDeduplikasi, Thin Provisioning
    VDIOracle VirtualBoxVirtualBoxPenulisan Disk yang Fleksibel
    VHDMicrosoft Hyper-VWindows, FreeBSD, LinuxEnkripsi, Kompresi

     

    Glosarium


    Gambar 101 Glosarium Sistem Operasi



    Batch Processing System 
    adalah pekerjaan, proses atau Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan
    Cross Platform Operating System atau multiboot system 
    adalah karakteristik dari sistem operasi yang dapat bekerja secara bersama-sama dengan sistem operasi lainnya dan dapat menggabungkan dua atau lebih sistem yang berbeda platformnya.
    Distributed computer 
    atau komputer terdistribusi adalah sistem komputer, berskala besar dan mempunyai performa yang tinggi dimana sistem pengelolaan, pengolahan atau komputasi-komputasinya tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.
    Graphical User Interface(GUI) 
    adalah antar-muka atau interface untuk manusia dan komputer yang berbasis grafis, angat nyaman dan mudah digunakan dan dioperasikan
    Multi-user 
    adalah karakteristik atau performa dari suatu sistem yang dapat digunakan, dimanfaatkan atau diakses oleh banyak pengguna dalam satu waktu sekaligus),
    Multi-programming 
    adalah karakteristik atau performa adalah suatu sistem yang dapat melayani banyak program aplikasi dalam satu waktu sekaligus)
    Multi tasking atau Batch Processing System 
    adalah karakteristik atau performa dari suatu sistem yang dapat melayani banyak tugas dan pekerjaan dalam satu waktu.
    Microsoft windows 
    adalah merupakan keluarga besar sistem operasi yang dibuat dan dikembangkan oleh microsoft coorporation. Varian-vairan sistem operasi dari keluarga microsoft ini antara lain MS Dos, Windows 9x, windows NT, windows 7, windows 8, Windows server dll.
    Microsoft Corporation 
    adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkantor pusat di Redmond, Washington, Amerika Serikat yang mengembangkan, membuat, memberi lisensi, dan mendukung beragam produk dan jasa terkait dengan komputer. Perusahaan ini didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen pada tanggal 4 April 1975.
    Sistem operasi (operating system atau OS)
    adalah perangkat lunak yang bertugas untuk mengatur, mengendalikan perangkat keras dan memberikan kemudahan untuk pemakai dalam penggunaan komputer.

    Virtualization sistem 
    yaitu satu komputer dapat diclonning atau diperbanyak secara virtual menjadi lebih dari satu komputer dan dapat bekerjasama secara sinergi.

    Teori Sistem Operasi sebuah Ringkasan

    Gambar 100. Sistem Operasi




    Perkembangan Sistem Operasi Closed Source 
    Windows 9x, 2000, 2003, 2008, Windows 7, Windows 8 

    Struktur Sistem Operasi Closed Source 
    · Gambar / Arsitektur sistem operasi 
    · Penjadwalan Processor 
    · Manajemen Memori 
    · Manajemen Input Output (I/O) 

    Proses Booting Pada Sistem Operasi Closed Source 
    · Boot Manager 
    · Power On Self Test (POST) 

    Instalasi Sistem Operasi Closed Source 
    · Partisi harddisk dan sistem file 
    · Metode instalasi sistem operasi clean install, 
    · Metode instalasi sistem upgrade 
    · Metode instalasi sistem operasi multibooting 
    · Metode instalasi sistem operasi virtualisasi 

    Administrasi Sistem Operasi Closed Source 
    · Perintah-perintah dasar sistem operasi (DOS) 
    · Registry Editor
    (HKEY_CLASSES_ROOT, HKEY_CURRENT_USER, HKEY_LOCAL_MACHINE, HKEY_USERS, HKEY_CURRENT_CONFIG) 
    · Desktop Environtment
     (System and Security, Network and Internet) 
    · Desktop Environtment
    (Hardware and Sound, Programs / Add Remove Program) 
    · Desktop Environtment (User Accounts and Family Safety, Appearance and Personalization, Clock, Language and Region, Ease of Access) 

    Prosedur Pencarian Kesalahan Pada Sistem Operasi Closed Source 
    · Jenis-jenis kerusakan saat instalasi sistem operasi closed source 
    · Pencarian kesalahan pada hasil instalasi sistem operasi 

    Perkembangan Sistem Operasi Open Source 
    Unix
    Linux
    (Debian, SuSe, Open SuSe, CentOS, Ubuntu dan lain sebagainya) 

    Struktur Sitem Operasi Open Source 
    · Gambar / Arsitektur Sistem Operasi 
    · Penjadwalam Processor 
    · Manajemen Memori 
    · Manajemen Input Output (I/O) 

    Proses Booting Pada Sistem Operasi Open Source 
    · Boot Manager 
    · Power On Self Test (POST) 

    Instalasi Sistem Operasi Open Source 
    · Partisi harddisk dan sistem file 
    · Metode instalasi sistem operasi clean install, 
    · Metode instalasi sistem upgrade 
    · Metode instalasi sistem operasi multibooting 
    · Metode instalasi sistem operasi virtualisasi 

    Administrasi Sistem Operasi Open Source 
    · Perintah-perintah dasar sistem operasi Linux 
    · Operasi file dan struktur direktori 
    · Proses dan Manajemen Proses 
    · Manajemen User dan Group 
    · Manajemen Aplikasi 

    Prosedur Pencarian Kesalahan Pada Sistem Operasi Open Source 
    · Jenis-jenis kerusakan saat instalasi sistem operasi open source 
    · Pencarian kesalahan pada hasil instalasi sistem operasi open source 

    -------- Bentuk Slide -------







    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Kelompok 3

      Konsep Dasar Samba Pada Debian 12   Gambar 423 Samba 1. Pengertian Samba Samba  adalah  perangkat lunak open-source  yang memungkinkan  ko...